Minggu, 01 November 2015

Kak Buyung Bawa Melambung

Melambungkan Balon Dipantai Losari
Buyung Maksum, adalah salah satu orang yang bisa melabungkan fikiran putri asal Wajo tetang tulisan jurnalistik yang baik dan indah dibaca. Betapa tidak, sosoknya bisa membawa putri Wajo memahami dunia jurnalistik lebih dalam dari sebelumnya. Lama memang untuk bisa memahami dunia jurnalis yang katanya dinamis, perlu waktu beberapa bulan dan bahkan tahun untuk mehami dunia ini.
 "Tantangannya berat tapi dinamis Jurnalis adalah profesi yang sangat mulia,"cetus Putri Wajo di Blackberry Masage (BBM) pada pukul 02,35 WIB (02/11).
 Memang benar profesi jurnalis sangat mulia, karena mereka membawa pesan dari sebagian orang untuk diketahui semua orang. Tak ada bedanya dengan Nabi-nabi yang membawa pesan untuk umatnya, kesamaan tugas ini sangat kental dirasakan diantara setiap rangkaian kata yang menjadi kalimat sehingga pada ahirnya dimengerti terlebih bisa dilaksanakan dan dirasakan oleh imaji manusia yang berfikir.
 Namun, jangan salah profesi ini sangat bias ketika ada orang yang menyusup dengan mengaku 'kami juga sama, kami juga bisa' padahal didalam hati nuraninya tidak memiliki tujuan yang ada materi belaka untuk digadaikan dengan rasa idealisnya.
 Menurut gadis yang sempat terlibat dibeberapa jaringan lembaga survey tahun 2008 sampai 2009 ini, ketika menjalankan pekerjaan jurnalistik maka yang akan timbul adalah kontribusi riil kepada masyarakat yang utama. "Merawat idealisme dan menjaga nilai adalah yang utama, ketika idealisme dan nilai kita sudah tergadai, maka tidak adalah gunanya kt hidup."tegasnya.
 Keras bukan perkataan putri yang diketahui pernah terbesit untuk menjadi politisi ini, namun kekerasan itu ada gunanya jika untuk merubah sesuatu yang salah. Tak semua keras itu negatif, terkadang untuk merubah suatu sistem diperlukan kekerasan. Buktinya Putri Wajo ini, yang awalnya tidak bisa menulis sekarang sudah lebih pandai dari sebelumnya karena dari gemblengan yang keras redakturnya. Tentunya dibarengi dengan kemauan dan niat untuk belajar, samar rasanya jika itu tidak dilibatkan.
 Putri yang memiliki latar belakang ilmu Sosial Politik dan senang terlibat jika ada pesta demokrasi dilembaga mahasiswanya dulu ini awal cakrawala fikirannya terbuka ketika melihat persoalan sosial yang kompleks memuat dirinya berfikir bahwa dirinya membutuhkan lembaga yang berdiri sendiri untuk berkontribusi bagi umat dan sekaligus bisa memberi kehidupan yang cukup.
 "Saya anggap salah satu pilar demokrasi dan penyambung lidah masyarakat adalah media. Saya berfikir justru bisa melakukan hal yang banyak jika dimedia,"bebernya.
 Ya sepanjang dunia ini ada peran media sangat dibutuhkan untuk masyarakat. Bahkan kaum guru saya bilang, "seorang Jurnalis itu, adalah dunia tanpa koma apalagi titik. Kalau perlu kejadian kiamatpun diliput oleh jurnalis". Kata tersebut seakan memunculkan betapa perlunya Jurnalis didunia ini.
 Dengan fungsi yang katanya sama percis dengan Mahasiswa yakni segagai Agen perubahan dan sosial kontrol (pandangan awal dulu waktu selesai kuliah katanya) memang itu tidak salah cuma sedikit tidak tepat saja. Bedanya jurnalis dengan masyarakat lain cuma satu, "bisa mengabarkan pesan kepada masyarakat lewat karyanya' So selain itu bukan seorang jurnalis. Tanpa karya yang dibuat sangat bias dikatakan Jurnalis.
 Menusuk hingga kedalam sukma dan menjadi tumpuan masyarakat salah satu tugasnya. Tapi yang terpenting untuk menggapai itu harus sesuai dengan pesan "Rawat terus idealismemu, dan jagalah selalu nilai yang ada"tegasnya di ahir BBMnya.
Pantai Losari Kalla Itu Tiba-tiba Hangat
Sungguh pengalaman jarang bisa membikin tulisan ini, tak ada rasanya lelah dan mengantuk (toh seduh kopi Khas Toraja dua gelas heheh) semua seakan jari ini tak mau berhenti untuk mengetik. Tak ada menuntut, tak ada beban, tak ada kerumitan yang ada kedamaian jika berbuat dengan benar hingga batin kita merasa tenang menjalaninya. Satu lagi berbagi dengan sesamamu terutama orang tua yang sudah membesarkan dengan ikhlas (IBU yang utama) karena jika ingin hidup damai sayangi ibu dan berilah orang tua agar mereka setidaknya senang, meski itu tak bakal cukup untuk membalas budinya. (hahah jadi ngelantur kesini) ya Yang jelas ingat pesan diatas agar dunia dan hidup ini tentram dan damai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar