![]() |
| With Putri Wajo Di hotel Syahid Jaya Makassar |
Lama memang saya berfikir, hingga pada ahirnya dirinya chat lewat Blackberry Masagger (BBM), "kamu dimana ? aku udah jalan-jalan, tapi didepan saja sih", katanya sambil menulis ahir BBM 'Hahaha'. Fikiran ini mulai aneh lagi, ternyata putri wajo ini tidak sombong dan jutek, bahkan sebaiknya. Keramahan yang dilontarkan kepada kami memang terasa. Betapa tidak sebagian teman ada yang melakukan jalan-jalan dengan menggunakan bis milik Kota Makassar.
"Kalo mau jalan ke Losari Sorean bagus Ji, bagus juga kalau malam lebih ramai. Cuma kalau sore nikmati angin mamiri losari sama sunset, "cetusnya. Kata-kata itu membuat perubahan fikiran yang mengatakan orang Makassar itu keras dan sombong teryata tidak semua orang Makassar demikian. Buktinya Putri Wajo satu ini yang selalu mengajak dan menayakan posisi dimana untuk berjalan-jalan bersama.
Kejutan-kejutan ya memang ada. Terlalu dini mengatakan orang Makassar Kasar, alam dan air membentuk kerakter masyarakat masing-masing yang ada di Indonesia. Sesungguhnya mereka bisa mengajarkan Cinta, ada rasa kasih walau tak saling kenal, dan kini untuk alasan yang sama bersatu atas nama cinta.
Rasa cape, letih, lelah yang dirasakan dirinya teryata tak membuat dirinya terkulai lemah terbaring dikamar. Namun, dirasa yang lelah dirinya selalu memancarkan Tatapan "singa" yang menyala seakan tidak lelah untuk mengatar teman-teman keberbagai peloksok suduk Kota Makassar. Ah ahirnya tanggapan selama ini yang ada dibenakku gugur seketika ketika mendatangi langsung Kota para Guruku tinggal. Sungguh harus berterima kasih kepada pemilik alam ini sudah bisa menginjakan kaki ditanah para sang guru, semoga bukan yang terahir, tapi lebih kepada yang pertama kalinya. Masih ada hitungan yang banyak untuk waktu yang akan datang.
Seaakan tak percaya memang dirasa. Tapi rintihan hujan yang turun malam ini Pukul 01,36 WIB (02/11) serasa menjadi teman menulis rangkaian kata ini. Disuatu masa akan hidup membanting tulang, hasilnya tak banyak tapi cukup dari pada mengemis, hari-hari berlalu ada masa tak berkata, ada masa tak ada kehangatan dan ada masa kita terlupa, tapi asal jangan melupakan karena melupakan adalah hal yang sakit dalam perpisahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar